Thursday, 22 December 2011

Say No To Drugs

Kata orang, penyesalan selalu datang di akhir, setelah kita tahu akibat terburuk dari tindakan yang tidak kita pikirkan secara matang dan hati-hati. Jika nasi sudah menjadi bubur, lalu siapa yang patut disalahkan? Jawabannya bukan tukang bubur loh ya.

Untuk menghindarkan kita dari penyesalan akibat tindakan bodoh yang telah diperbuat, solusinya tak lain adalah mengindari tindakan bodoh itu sendiri. Sementara itu, tindakan yang dikategorikan sebagai “tindakan bodoh” itu sendiri sangat banyak. Umumnya perbuatan-perbuatan yang mengandung kerugian besar dan resiko tinggi serta menghasilkan keuntungan yang sangat sedikit atau bahkan tidak ada.
Contohnya saja menggunakan narkoba. Kenapa dikategorikan tindakan bodoh?

Begini, siapa sih anak remaja yang tidak tahu istilah narkoba? Tujuh rangkaian huruf itu tentu sangat familiar di telinga anak muda zaman sekarang. Tujuh rangkaian huruf yang sampai saat ini menjadi momok besar dan bisa menghancurkan generasi bangsa Indonesia.

Narkoba bisa dikategorikan penjahat paling kejam yang setara dengan teroris. Bagaimana tidak, dalam sekejap saja, tanpa ampun obat-obatan itu mampu merampas masa depan seseorang. Sadisnya lagi, narkoba mengajak para pemakai untuk terus menerus mengonsumsinya. Narkoba memiliki candu yang luar biasa hebat sehingga orang yang awalnya coba-coba saja bisa ketagihan juga setelah mencicipi barang haram itu. Tidak hanya berhenti sampai disitu. Setelah narkoba puas membuat mangsanya ketagihan, dia tidak lantas berhenti mengacau, justru obat-obatan itu semakin merusak dan menggerogoti tubuh mangsanya hingga kurus kering dan (sedikit) mengerikan juga. Tidak jarang ada kasus overdosis sampai berakibat kematian. Semudah dan sesadis itu lah kerja narkoba. Dan lagi, narkoba tidak pandang buluh, siapa saja yang berani mencicipi barang terlarang itu, akan segera tertarik dalam jurang penuh kesengsaraan yang dijanjikan secara tersirat.
Bicara soal dampak, sebenarnya sudah banyak diulas baik dalam beberapa artikel di beberapa media cetak maupun dalam setiap seminar dan penyuluhan yang bertemakan anti narkoba. Namun, jika kita, para penerus bangsa hanya menganggap slogan anti narkoba sebagai angin lalu saja tanpa paham benar dampak-dampak kompleks yang akan terjadi, semuanya percuma. Karena sedikit banyak akan ada keinginan mencoba-coba jika kita tidak paham benar bahaya narkoba.

Bahaya narkoba sangat banyak, beragam, dan kompleks. Mulai yang paling ringan, yaitu merusak organ dan jaringan tubuh sampai yang paling parah yaitu kematian. Mungkin pada awal pemakaian, sang pemakai belum merasakan dampak yang akan terjadi. Sebagian besar malah merasa bahwa narkoba bermanfaat karena memiliki sifat halusinogen yang bisa membuat pemakainya serasa melayang dan bisa melupakan apapun masalah mereka dalam beberapa saat saja. Selain bersifat halusinogen, parahnya narkoba juga bisa membuat kecanduan. Nah, inilah yang membuat narkoba begitu merugikan bagi anak bangsa. Karena dengan sekali dua kali mencicipi narkoba dengan modus coba-coba, seseorang bisa dibuat kecanduan dan ingin mencoba lagi dan lagi. Jika sudah kecanduan, pemakai biasanya sulit sekali untuk melepaskan diri dari ketergantungan narkoba, akibatnya semakin banyak narkoba yang dikonsumsi, ketergantungan dan kecanduan semakin menjadi-jadi, hingga narkoba itu sendiri perlahan merusak jaringan-jaringan di tubuh kita. Tidak hanya itu, jika ketergantungan pemakai narkoba sudah dalam level yang tinggi dan sudah banyak obat dikonsumsi, sulit sekali rasanya untuk terhindar dari resiko overdosis. Dan yang sudah sama-sama kita ketahui, sudah banyak nyawa pemuda-pemudi bangsa yang melayang karena overdosis obat-obatan mematikan ini. Yang paling mengharukan adalah, merusak masa depan. Merusak nama baik orang tua dan diri sendiri. Apa yang bisa dibanggakan oleh ayah dan ibumu jika tahu anaknya adalah pemakai narkoba? Mereka terlalu baik untuk memiliki seorang anak yang ternyata teman dari obat-obatan terlarang.

Dengan dampak begitu besar dan godaan yang begitu besar pula, bagaimana kita bisa terhindar dari narkoba? Mudah saja, yang paling penting adalah mendekatkan diri kita pada sang pencipta. Percayalah bahwa hanya Dia yang mampu membuat kita aman, tentram, dan bahagia. Percayalah Tuhan mendengar setiap doa dan hanya Dia yang mampu membantumu menyelesaikan segala macam permasalahan. Tuhan tidak akan memberikan kenikmatan sesaat, tapi Dia bisa memberikan kebahagiaan tiada tara ketika kita lebih memilih kembali pada-Nya daripada melampiaskan kekecewaan dengan memakai narkoba.


No comments:

Post a Comment