Saturday, 26 November 2011

Andai Saya Jadi Presiden

Semua pasti kenal kan, dengan keenam tokoh tersebut?
Ya, mereka adalah orang-orang penting yang telah berjasa memimpin bangsa ini.
Tulisan saya kali ini adalah tentang sebuah mimpi dan harapan, tentu mimpi-mimpi yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya.
Bagaimana jika saya menjadi seorang presiden?
Jujur saja saya bingung menganggap ini anugerah atau musibah. Jadi presiden sama sekali bukan keinginan saya, bukan cita-cita saya. Tapi saya akan mencoba menuliskan apa yang saya inginkan dari seorang presiden.


Andai saya jadi presiden, saya tidak tahu mau dibawa kemana negeri ini ke depannya. Menurut pandangan saya, menjadi seorang presiden itu susah. Lebih susah dari bahasa Java atau apapun itu. Sangat susah. Tetapi mengapa calon-calon presiden itu begitu mudah sesumbar janji, seakan semua tugas-tugas yang akan diemban setelahnya begitu mudah?

Andai saya jadi presiden, saya tidak akan berjanji untuk tidak korupsi. Sudah tahu korupsi adalah godaan terberat, mengapa para calon presiden tetap saja berjanji tidak korupsi?

Andai saya jadi presiden, saya belum tentu mau (apalagi mampu) mengentaskan kemiskinan, memberantas kebodohan, menyejahterakan rakyat, dan blablablabla. Karena sering kali itu semua hanyalah sebatas janji-janji klasik yang mudah saja keluar dari bibir siapa saja dan pada akhirnya hanya berbuntut kekecewaan rakyat.

Andai saya jadi presiden, saya tidak mau repot-repot menegakkan hukum. Buat apa ditegakkan jika nantinya saya ataupun rekan-rekan petinggi lain juga melanggar dan memanfaatkan jabatan untuk memperoleh keringanan, iya kan?

Andai saya jadi presiden, saya tidak akan merencanakan pembangunan untuk memperbaiki negeri ini. Bukankah rakyat lebih butuh action daripada hanya rencana- rencana muluk tanpa ujung?

Andai, andai, dan andai saya jadi presiden, pasti saya tidak bisa menjadi presiden yang baik, yang bisa memenuhi semua keinginan rakyat, yang bisa membuat semua bahagia dalam kesejahteraan, yang bisa memberi kesempatan yang kurang mampu untuk hidup lebih layak, dan yang bisa mengayomi semua rakyat dalam kehidupan yang jauh lebih baik.

Pada akhirnya saya ingin ini semua tetap menjadi pengandaian. Namun yang pasti, andai saya jadi presiden, saya akan merindukan saat-saat dimana saya menjadi rakyat, menjadi bagian dari yang menuntut kesejahteraan, menjadi bagian yang meminta pertangungjawaban dari janji-janji manis calon pemimpin.

2 comments: