Thursday, 20 October 2016

Hakikat Memaafkan dan Mengikhlaskan

Random again? Because..., why not? Hehe. Hope this random thought won't hurt anyone.

Well, sedikit curhat sih tapi semoga ada manfaatnya lah buat yang baca. Hehe.

Saya sedang membenci.

Dan jujur saya tidak suka. Karena saat sedang benci, jangankan ngobrol sama orangnya, lihat wajahnya dan dengar suaranya saja saya sudah risih duluan. Duh. Pokoknya kelihatan banget lah.

Mungkin benar ya, puncak dari kekecewaan adalah ketidakpedulian. Ga cuma saya aja, temen saya yang sudah kepentok sama temennya pun, sama. Kalau udah kecewa banget, pasti sudah hilang rasa peduli. Iya sih, manusiawi. Tapi, iya kah manusiawi? Benarkah ketidakpedulian dan kebencian adalah kebutuhan kita sebagai manusia?

Mungkin saja, pada awalnya. Rasanya enak banget tidak berinteraksi dengan orang yang bikin hati jengkel. Tetapi pada akhirnya toh tidak ada yang tertinggal selain rasa benci yang semakin tumbuh dan justru mengganggu. Nggak akan kita dapat ketenangan hati kalau rasa benci itu sendiri masih ada di sana. Sudah diganggu orang lain, sekarang diganggu rasa benci, ga enak banget gitu hidupnya.

So? Kalau hati disakiti orang lain, lebih baik memaafkan dan melupakan kan? Karena selama ini, semakin saya membenci, justru saya semakin belajar bahwa memaafkan dan mengikhlaskan itu sebenarnya bukan buat orang lain. Bukan untuk kebahagiaan orang lain. Lalu buat siapa? Ya buat kita sendiri. Buat ketenangan hati sendiri. Ibarat storage, jangan biarkan hati menyimpan file-file ga penting yang bisa bikin penuh dan ga bisa menerima file yang justru penting. Buat apa menyimpan kesalahan orang lain kalau itu bikin kita ga peka untuk bisa menerima kebahagiaan yang diberikan orang lain, ya kan?

“ Keutamaan yang paling utama adalah kamu menyambung orang yang telah memutusmu, kamu memberi orang yang tidak pernah memberimu dan mememaafkan orang yang mencelamu “. (HR Ahmad No – 15065)

Jogja, 23 Oktober 2016.
Bye Jogja, nitip benci yang aku tinggal di sana ya. Semoga tenggelam oleh keindahan kotamu ^^

No comments:

Post a Comment